
Saat ini hampir jam 1 pagi tapi aku masih terjaga dari tidurku, banyak hal yang ingin aku tulis. Semua berawal dari bacaan novelku 9 matahari yang memberikan banyak inspirasi tentang kerja keras, optimis, dan impian untuk menjadi ada! Semua sudah terekam hangat dalam ingatanku..
Seharusnya memang seperti itulah mahasiswa, penuh semangat bukan hanya pencapaian untuk mendapat gelar sarjana, tetapi pengertian tentang “ada”, sangat sulit untuk medapat pengakuan itu. Seorang perempuan yang penuh dengan percaya diri memilih untuk mengejar impian-impiannya untuk bisa merubah keadaannya dan keluarganya, karena dia meyakini dengan ilmu maka hidupnya akan berubah lebih baik lagi. Ia bernama Matari Anas anak bungsu dari seorang ibu yang hanya lulusan SD dan seorang ayah lulusan STM yang tiba-tiba menjadi pemarah saat ayahnya menjadi pengangguran karena terkena PHK dan memiliki hutang karena sempat tertipu dalam bisnis cabainya. Memutuskan untuk tetap kuliah dengan tidak adanya dukungan secara moril dan materil oleh ayahnya. Itu merupakan pilihan yang sulit tapi memang jika ingin sukses harus melewati cobaan dulu –pepatah klasik, tapi kadang suka berbisik ketika kegagalan menghampiriku-, mungkin dengan cara seperti itulah Allah akan menilai apakah kita pantas diangkat derajatnya.
Mudah-mudahan semua mahasiswa membaca novel ini karena akan membuat mereka tercengang kaget bukan kepalang –khusus untuk si penghambur uang-, ternyata untuk mendapat pengakuan dan gelar SARJANA untuk sebagian orang sangatlah sulit dan rumit. Ada saja ulah mahasiswa yang dikampus hanya untuk mengobrol dikelas, terdiam membisu. Tapi aku pun tak ingin menghakimi semua mahasiswa, memang kita terkadang butuh hura-hura –dalam arti sempit- untuk sejenak merenggangkan otak yang sempat kaku karena tugas-tugas kuliah.
Tapi untuk si miskin, jangan berkecil hati segala sesuatunya jika sudah diniatkan halangan dan rintangan apapun pasti akan terlewati, permasalahannya bukan pada uang tapi pada kemauan. Nothing is impossible –kata keren yang selalu aku ingat- . Benar sekali pesan motivasi yang ada di novel ini, “bukan sekedar cari IP. IP memang penting, tapi yang lebih penting lagi adalah bagaimana kamu mengasah kualitas diri di bangku kuliah ini. Penelitian di Amerika bilang, IP itu no 17 dari 20 kualitas yang dianggap penting dari seorang lulusan universitas, bukan hanya pengalaman tapi juga Soft skill itu adalah kemampuan ngga terlihat yang diperlukan untuk menjadi sukses, misalnya kemapuan bekerja sama, motivasi, kemampuan berorganisasi, percaya diri, kepribadian yang ramah, integritas. Tapi yang lebih penting lagi, yang satu ini menduduki peringkat pertama survey..kemampuan berkomunikasi!”
Yang membuat novel ini sangat menarik untuk saya adalah kesesuaian saya sebagai mahasiswa komunikasi dengan sang tokoh utama dalam novel ini -Matari Anas-, seperti memiliki semangat juang yang sama untuk bisa mendapat pengakuan “ada”.
Dan yang bisa saya curi dari sekian banyak pesan motivasi dari novel 9 matahari ini adalah pentingnya komunikasi dalam kehidupan, “saya berpikir maka saya ada!” begitulah kata filsuf Prancis Rene Descartes. Dalam Ilmu Komunikasi, kalimat itu bisa kita modifikasi menjadi saya berbicara maka saya ada. Karena kalau berdiam diri, orang lain akan memperlakukan kita seolah-olah kita tidak eksis. Makanya ketika kita berbicara, itu adalah bagian dari diri kita yang menyatakan bahwa kita ada..Itulah sepenggal pesan dari pak Hanif salah satu dosen Matari.
Sebentar lagi dalam hitungan bulan aku akan menyandang gelar S.Kom.I, walau keadaannya beda dengan Matari karena harus menyelesaikan kuliahnya dengan tumpukan utang yang segunung dan masalah pribadinya yang sempat membuatnya drop, tetapi semangat Matari yang seperti Matahari akan selalu menghiasi ingatku dan pori-pori keringatku.
Wahai impianku..Sampaikan Pada Dunia Bahwa AKU ADA!
9 Matahari by Adenita
Penulis karyamu -Quratulaini-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar