Minggu, 14 Februari 2010

Bangunan kokoh Tuhan, dihatiku..

Semua memang tidak terlihat sempurna kamu, aku, dia ataupun mereka. Hanya manusia biasa yang memiliki keinginan yang biasa pula. Tapi kenapa makhlukMu terlalu sombong untuk mengaku dirinya paling sempurna, merasa dirinya paling benar.

Apalagi jika kekuasaan sudah berada dipundaknya, semakin congkak saja!!, dan terkadang para orang tua (orang yang sudah tua) pun lupa kalau mereka hanya manusia biasa, kadang suka memaki, mencaci, menyalahkan dan membenarkan pendapatnya. Benci sekali dengan orang tua seperti itu. Masih segar dalam ingatanku dicaci, dimaki sama bapak dan ibu tua, padahal mutlak itu bukanlah kesalahanku. Bahkan mereka bilang aku “Anjing”, mengaku dosen tetapi kekasarannya dan celetukannya sangat menjatuhkan citra DOSEN dimataku. Beruntung saja orang itu sudah tua –masih tetap menghargai- kalau masih terlihat muda, mungkin aku berhak untuk menyumpal mulutnya yang bau busuk itu. Berucap syukur tidak dilahirkan oleh ibu yang seperti itu, dan tidak dibesarkan oleh bapak yang diatas kepalanya selalu ada tulisan “Manusia Sombong”. (orang yang membaca ini apakah bisa membayangkan betapa jelek mukaku ketika menulis ini, karena muka ini dipenuhi oleh kebencian)

Sudahlah aku tidak mau mempersulit hidupku, atau menguras otakku untuk menulis tentang orang-orang sombong.

Tuhan makhluk-Mu ini tidak mengharap apapun tidak mengharap kaya atau kecantikan. Karena porsi kehidupanku pun sudah Engkau atur secara apik dan unik. Aku hanya ingin Engkau mempertahankan posisi-Mu dihatiku, jangan pernah satu langkah pun atau sedikit saja niatan untuk keluar dari hatiku. Aku sudah merasa nyaman dengan bangunan rumah tinggal yang Engkau buat dihatiku. Sungguh aku tak ingin Engkau berpindah. Aku akan mempertahankan keberadaanMu dihatiku, aku akan berbuat baik, tidak akan pernah sombong, dan akan selalu memaafkan orang-orang yang sudah menyakiti hatiku (ini masih dalam percobaan). Aku janji Tuhan, janji!!!!

Walau aku tak bisa melihat Engkau, dan tidak mengetahui bentuk bibirMu seperti apa (atau mungkin tidak memiliki bibir, karena tidak ada penggambaran sedikit pun tentang Engkau), tapi aku yakin saat ini Engkau tersenyum melihatku… dan aku akan membalas dengan senyuman seperti ini :)

Menulis ini di pagi hari ketika ku teringat keberadaan Tuhan dihatiku,,setelah ku menegurNya dalam sujudku. 070110 -05.30- “QuratulAini”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar