Aku tak pernah tau bagaimana rasanya menjadi dirimu, yang aku tau hanya semua beban itu.
Tapi apa yang bisa aku lakukan saat ini, tolong sedikit bersabar, sebentar lagi aku akan merampungkan S1-ku dan tidak lama lagi aku akan mengurangi bebanmu, membahagiakanmu dan takkan pernah membuatmu termenung memikirkan semua beban itu. Tapi tolong di depanku jangan merintih keletihan atau merasa tubuhmu sudah terlalu rapuh untuk mencari uang. Karena setiap rintihanmu adalah tangisan untukku..
Aku tau pengorbananmu untuk menaikkan derajat keluarga ini, aku tau bagaimana cara engkau membahagiakanku dan 2 orang saudaraku. Aku tau..aku tau semua beban itu.
Aku tau bagaimana keringat itu bercucuran, aku tau bagaimana tangisan hatimu bersuara..aku tau menjalani hidup ini tak pernah benar-benar mudah, aku tak mau menambah bebanmu dengan mengatakan bahwa aku tak prnah benar-benar bahagia karena tak pernah mendapat perhatian sepenuhnya darimu. Tapi aku tau itu semua untukku, untuk membayar semua kelayakan hidup.
Ku dedikasikan untukmu IBU,,yang sudah melahirkan, memperjuangkan, mengorbankan semua hak hidupmu untuk aku.
10310-21.34 "QuratulAini"
Kamis, 04 Maret 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar